Blog · 2026-09-03

Cara menentukan stop-loss di crypto futures: ATR, risk-reward, dan ukuran posisi

Stop-loss yang baik berjarak di luar riak harga normal, bukan angka persen yang ditebak. Tulisan ini menjelaskan stop berbasis ATR, target dari rasio risk-reward, dan cara ukuran posisi dihitung dari persentase risiko dibagi jarak stop, seperti yang dilakukan panel order Trader Pending sebelum order dikirim.

≈ 2 menit baca · 439 kata

Ilustrasi: Cara menentukan stop-loss di crypto futures: ATR, risk-reward, dan ukuran posisi
Intinya
  • Stop yang baik berjarak di luar riak harga normal: pakai kelipatan ATR, bukan persen tebakan.
  • Target dari rasio risk-reward; ukuran posisi dari persentase risiko ÷ jarak stop.
  • Baca preview (fee, likuidasi, break-even) sebelum kirim; angka tidak valid = order tidak jalan.

Kenapa stop-loss persen tetap sering salah

Stop 2% terasa rapi, tetapi pasar tidak peduli angka bulat. Saat pasar tenang, 2% mungkin terlalu longgar; saat bergejolak, 2% tersentuh oleh riak harga biasa sebelum arah Anda terbukti. Stop yang baik berjarak di luar riak normal untuk kondisi saat itu.

Stop berbasis ATR

ATR (average true range) adalah ukuran pergerakan harga rata-rata dalam beberapa candle terakhir. Menempatkan stop pada kelipatan ATR, misalnya 1× ATR dari entry, membuat jaraknya mengikuti volatilitas: lebih rapat saat pasar tenang, lebih longgar saat bergejolak. Di panel order Trader Pending, stop-loss dapat mengikuti ATR dengan pilihan 0,5×, 1×, 1,3×, atau nilai custom.

Target dari rasio risk-reward

Setelah jarak stop ditentukan, target ditempatkan pada kelipatan jarak itu. RR 1:2 berarti target dua kali jarak stop. Pilihan di panel: 1:1, 1:2, 1:3, atau custom. Rasio ini yang menentukan berapa persen trade harus benar agar akun tumbuh: dengan RR 1:2, Anda boleh salah lebih sering daripada benar dan tetap impas.

Ukuran posisi dari risiko, bukan dari saldo

Urutannya terbalik dari kebiasaan banyak orang. Tentukan dulu berapa persen modal yang siap hilang di trade ini, lalu ukuran posisi dihitung dari risiko itu dibagi jarak stop. Contoh ilustrasi: modal 1.000 USDT, risiko 1% = 10 USDT; jarak stop 2% dari entry; maka nilai posisi = 10 ÷ 2% = 500 USDT. Leverage hanya menentukan berapa margin yang dikunci, bukan berapa yang Anda pertaruhkan. Sakelar ukuran Auto di panel order Trader Pending menghitung ini dari persentase risiko 0,25% sampai 10%; batas 10% disengaja, karena di atasnya sizing bukan lagi soal manajemen risiko.

Dalam bentuk rumus, dengan harga sebagai satuan:

  • Risiko (USDT) = saldo × persentase risiko
  • Jumlah koin = risiko ÷ |entry − stop|
  • Nilai posisi = jumlah koin × entry, dan margin yang dikunci = nilai posisi ÷ leverage

Contoh kedua dengan harga: saldo 1.000 USDT, risiko 1% = 10 USDT, entry 60.000, stop 59.400 (jarak 600, atau 1%). Jumlah koin = 10 ÷ 600 = 0,0167 BTC; nilai posisi 1.000 USDT; pada leverage 10× margin yang dikunci 100 USDT. Kalau stop dirapatkan ke 59.700 (jarak 300), jumlah koin naik dua kali lipat dengan risiko uang yang sama. Coba angka Anda sendiri di kalkulator ukuran posisi dan kalkulator risk-reward.

Baca konsekuensinya sebelum kirim

Sebelum order dikirim, preview menampilkan ukuran posisi, fee buka dan tutup, perkiraan harga likuidasi, break-even, dan risk-reward setelah fee. Bila angka tidak valid, misalnya stop di sisi yang salah atau nilai order di bawah minimum bursa, order tidak jalan. Stop-loss dipasang di sisi bursa, jadi tetap berlaku meski koneksi bot terputus.

Contoh angka di atas ilustrasi aritmetika, bukan rekomendasi. Trading futures berisiko tinggi dan modal bisa hilang.

Kanal Telegram

Tulisan baru dan ringkasan pasar tiap Senin: fear and greed, dominasi BTC, kapitalisasi pasar. Tanpa sinyal, tanpa promosi.

Ikuti @traderpending
FAQ

Yang sering ditanyakan.

Apakah stop-loss wajib di Trader Pending?

Untuk order manual, stop-loss ditentukan sebelum order dikirim, dan untuk limit yang dikelola bot, stop dan minimal satu target wajib ada.

Kelipatan ATR berapa yang sebaiknya dipakai?

Tidak ada angka universal. 1× ATR adalah titik awal yang umum; pasar yang lebih bergejolak atau timeframe lebih besar biasanya membutuhkan kelipatan lebih besar.

Apakah stop-loss menjamin kerugian maksimal sesuai rencana?

Tidak sepenuhnya. Saat likuiditas tipis atau harga melompat, eksekusi stop bisa lebih buruk dari harga stop (slippage). Ukuran posisi yang wajar mengurangi dampaknya.

Baca juga