- Order size = margin, bukan nilai posisi; eksposur = margin × leverage.
- Batasi jumlah averaging order dan hitung eksposur di tangga terakhir.
- Rem risiko wajib, backtest dulu, baru deploy.
Sebelum mulai
Anda membutuhkan akun bursa futures dengan API key berizin Read dan Trade (izin Withdraw dimatikan), dan dana di dompet Futures. Cara membuat key-nya ada di panduan hubungkan API key. Setelah key terpasang di Trader Pending, buka menu Bots dan pilih DCA.
Langkah 1: pilih pair dan bursa
Pilih pair yang likuid dan Anda pahami pergerakannya. Bot berjalan di bursa tempat key Anda terpasang; kalau ada beberapa bursa, pilih dari pemilih bursa.
Langkah 2: order size dan leverage
Order Size adalah margin untuk order pertama, bukan nilai posisi. Nilai posisi Anda adalah margin dikali leverage. Leverage memperbesar untung dan rugi dalam ukuran yang sama, dan memperdekat harga likuidasi. Mulailah dari leverage rendah sampai Anda melihat bagaimana tangga averaging memengaruhi eksposur total.
Langkah 3: jumlah averaging order dan jaraknya
Tentukan berapa kali bot boleh menambah posisi dalam satu putaran dan pada jarak berapa dari harga rata-rata. Tangga ini disusun sekali setelah posisi pertama terbentuk. Bila Anda memakai pengali ukuran, order averaging pertama tetap sama dengan ukuran dasar; pengali bekerja mulai order kedua. Hitung eksposur di tangga terakhir sebelum Anda menyetujuinya.
Langkah 4: take profit dari harga rata-rata
Target profit dihitung dari harga rata-rata entry saat itu, bukan dari harga order pertama. Setiap kali averaging order terisi, harga rata-rata bergeser dan target ikut bergeser. Itu sebabnya target DCA biasanya kecil per putaran.
Langkah 5: filter dan jadwal (opsional)
Jadwal menentukan kapan bot boleh melihat pasar; filter menentukan apakah bot jadi membuka posisi. Keduanya terpisah, dan Anda boleh memakai salah satu, keduanya, atau tidak sama sekali. Perlu diingat: filter mengatur pembukaan posisi, bukan penambahan di dalam posisi yang sudah berjalan.
Langkah 6: rem risiko
Pasang batas yang menutup posisi bila harga tidak kembali, misalnya Max Drawdown Stop, dan batas kerugian harian bila Anda mau. Saat tersentuh, bot menutup posisi dan berhenti. Ini bagian dari menyusun bot, bukan pilihan tambahan.
Langkah 7: backtest, lalu deploy
Uji setelan terhadap data historis pair yang sama langsung dari builder. Hasil backtest membantu menilai apakah jarak tangga dan target masuk akal untuk volatilitas pair itu. Setelah deploy, pantau putaran pertama di tab bot dan jurnal; angka PnL di jurnal sudah bersih setelah fee dan funding.
Kesalahan yang paling sering terjadi
- Order size dibaca sebagai nilai posisi, padahal itu margin. Eksposur sebenarnya jauh lebih besar setelah dikali leverage.
- Jumlah averaging order terlalu banyak dengan leverage tinggi, sehingga tangga terakhir sudah melewati harga likuidasi.
- Rem risiko dibiarkan kosong karena "targetnya kecil". Justru target kecil dengan tambahan berulang yang membutuhkan rem.
- Nilai order pertama di bawah minimum bursa. Aplikasi menolak konfigurasi seperti itu sebelum bot berjalan.
Tulisan baru dan ringkasan pasar tiap Senin: fear and greed, dominasi BTC, kapitalisasi pasar. Tanpa sinyal, tanpa promosi.
Ikuti @traderpending